4 Fungsi Point of Purchase (POP)

Produk atau jasa dibuat bertujuan agar masyarakat menggunakannya. Bagi pemilik brand perlu menyadari perilaku belanja dari konsumennya. 

Konsumen pada dasarnya datang ke tempat belanja sudah memiliki rencana atau daftar akan membeli apa. Semua sudah terkontrol dengan baik namun ingat seseorang memiliki sisi irasional, sehingga jika ada yang menarik matanya maka barang tersebut menjadi pilihan di luar daftar belanjaan. 

Pada saat perencanaan belanja terdapat 10 item yang akan dibeli, namun pada saat membayar di kasir tiba-tiba menjadi 14 item. Rencana tinggal rencana namun sampai di tempat belanja rencana menjadi melebar. 

Salah satu penyebab masalah seperti itu terjadi karena kecanggihan salah satu perangkat marketing bertajuk POP (Point of Puchase) atau jika diterjemahkan langsung berarti titik-titik penjualan. 

POP adalah salah satu jurus yang digunakan saat berjualan langsung berbentuk iklan dengan memanfaatkan display produk dan space dalam department store atau toko yang dapat menarik perhatian dan menggugah semangat pengunjung untuk melakukan pembelian produk. 

POP memanfaatkan setiap sudut dari toko semaksimal mungkin untuk mengalihkan perhatian pembeli. Oleh karena itu POP merupakan bagian penting dari space management sebuah department store.

Jadi apa sih fungsi POP dulu dan sekarang? Apakah berbeda? Dari buku yang udah bolak balik dibaca, ini dia pejelasannya: 

1. Informing 

Pemberian informasi di mana hal ini berfungsi sebagai hal yang paling dasar ketika mengekseskusi POP. Dalam POP terdapat tanda-tanda, poster atau display yang mampu memberikan informasi “Hey I am here” alias menunjukkan pada konsumen bahwa brand kamu hadir di tengah keramaian. 

2. Reminding 

Kehadirannya akan mengingatkan konsumen atau bahkan memanggil kembali informasi (recalling) dari apa yang mereka pelajari dari media lain seperti TV, media sosial, media cetak dan media iklan lainnya. 

3. Encouraging 

Sering ke pasar swalayan? Bagaimana kamu melihat display atau rak-rak yang ada. Kamu akan mencari barang yang sesuai dengan list belanja, tapi ketika ada sesuatu yang beda dan menarik perhatian atau memberikan kesan di antara yang tidak berkesan di pasar swalayan, kamu pasti bakal melirik jugakan. 

Bisa jadi perhatian kamu karena jingle lagunya atau display dari sebuah brand. Fungsinya untuk menyemangati konsumen saat memilih barang dari brand tersebut. 

4. Merchandising 

Perencanaan program penjualan termasuk pengemasan, periklanan dan promosi lainnya untuk menciptakan permintaan yang besar terhadap suatu produk. Bisa saja pengecer memanfaatkan space di tokonya dengan POP sehingga memudahkan konsumen dalam menyeleksi produk pilihannya. 

So, walau bisnis kamu masih kecil-kecilan jangan lupa untuk pasang display terbaikmu yaa. Biar pengunjung tertarik, belanjanya cukup di kamu aja 😉

 

Afif Yasinta - Femalepreneur Indonesia

BY: Li Ling

Related News

Post Comments.

Login to Post a Comment

No comments yet, Be the first to comment.