Femalepreneur Story - Arti Femalepreneur Dalam Perjalanan Bisnis Junita Hutabarat

26 Nov 2020 Li Ling 0 Story Femalepreneur

Covid tak selalu menggigit 

Covid tak harus menjerit 

Di akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020 Indonesia mendengar kabar sayup-sayup tentang Covid-19 (Corona) yang melanda Cina dan beberapa negara lain. 

Di awal Maret suka atau tidak suka Presiden Jokowi mengumumkan bahwa Covid-19 akhirnya menyambangi Indonesia, dengan kasus pertama ibu dan anak yang tertular Covid-19 dari teman international mereka dari Jepang. 

Sejak itu semua media memberitakan apa, siapa, berapa dan bagaimana Covid-19 bisa menyerang Indonesia. Di awal Covid saya masih membandingkan jumlah penderita Covid di Indonesia dengan negara lain. Masih lebih banyak negara lain. Aman 🤗

Hanya berdoa semoga Covid-19 di Indonesia bisa terkendali 🙏 tapi ternyata semakin hari semakin banyak dan mencekam terutama dari segi social distancing, stay at home, work from home sampai peraturan PSBB yang menyebabkan banyak pekerjaan "dirumahkan", dan bekerja dari rumah (WFH). 

Sebelumnya, saya belum pernah bekerja atau usaha dengan pengolahan bahan mentah menjadi matang. Saya terakhir bekerja kantoran di 2017, mencoba produksi sarung koper kain scuba tahun 2018 dan berjualan snack Palembang, empek-empek di tahun 2019.

Kedua usaha terakhir tidak menunjukkan kesuksesan dan mulai mencemaskan saya, saat memasuki tahun 2020 dengan hadirnya Covid-19. 

Kebetulan sebelum kedatangan Covid-19 seorang ibu membekali saya untuk memasak kacang disco. Dikarenakan saya suka makan kacang dan juga faktor kefefet tidak punya keahlian masak memasak akhirnya saya mencoba untuk serius dalam memproduksi kacang disco skala made by order karena masih kurang PeDi (percaya diri). 

Resep ibu tadi saya make over sedikit dengan menambahkan beberapa bumbu dapur sehingga saya mengubah namanya menjadi Kacang Rempah. 

Melalui beberapa testimoni icip-icip dari teman dan handai tauland, mereka bilang kacang rempah saya mamamia lezatoz delicioso 😊 sehingga PeDi saya mulai tumbuh, namun saya dihadapkan pada WFH, stay at home dan social distancing yang menghalangi gerak saya dan orang lain untuk pemasaran produk dan mengunjungi teman untuk sekedar bantuan belajar online 😥

Di saat-saat stay at home, jari jemari saya menekan-nekan layar hp untuk sekedar membaca dan mendapat info-info kekinian melalui google search dan FB atau Instagram. 

Saya tertarik dengan salah satu unggahan di Instagram yang menawarkan Kelas Online Instensif 4 hari 15 - 18 Mei 2020, dengan mentorship selama 1 bulan dari Femalepreuner.id.  

Lalu saya menyatakan ketertarikan saya, yang kemudian ditindak lanjuti secara DM oleh mbak Emmy Surya untuk proses pendaftaran yang belakangan saya ketahui kalau mbak Emmy Surya adalah CEO dari penyelenggara acara tersebut (Femalepreuner.id). 

Setelah mendaftar saya juga harus mentransfer uang komitmen hanya Rp. 20.000. Tadinya agak ragu-ragu saya melakukan pembayarannya mengingat pelatihan 4 hari, mentorship 1 bulan dengan mencakup 6 materi:

1. Analisis dan Perencanaan Usaha

2. Copy Writing 

3. Design konten : Promosi di Media Sosial

4. Memasang Iklan di Media Sosial

5. Otomatisasi Customer Service

6. Membuat Pembukuan Keuangan Usaha

*Hanya dengan Komitmen Fee Rp 20 ribu saja?? 😲* Apa iya? Serius nih? Masak sih? 🤔 Saya jadi teringat waktu saya mengikuti salah satu komunitas entrepreneur, sang CEO mengatakan kalau orang Indonesia itu dikasih gratis malah gak yakin dan terkesan tidak menghargai tapi disuruh bayar malah mau, horang kaya 😊

Akhirnya saya melakukan pembayarannya karena saya yakin angka Rp. 20.000 itu hanyalah basa-basi tapi sebetulnya mau memberi ilmu gratis supaya gak dibilang gratisan 🙏

Di hari H tanggal 15 Mei - 18 Mei 2020, saya semangat sekali mengikuti Zoom online dari Paket Booster Femalepreneur sambil melakukan kegiatan sehari-hari (mandi, masak pesanan Kacang Rempah, dll). 

Setelah zoom kulon (kuliah online) selesai, peserta diberi Pekerjaan Rumah (PR) untuk kemudian dibahas di kelas WhatsApp, seru sekali, kebetulan peserta-peserta lain saling support, saling menguatkan yang mulai kendor semangatnya. 

Kami diberi masukan/ilmu seputar online dan offline marketing oleh para mentor, Kak Emmy Surya, Kak Rosi dan kak Mario Devan, masukan dari mentor-mentor sangat mengenai sasaran bahkan bisa menusuk hati seperti tercabik-cabik, dalam dan perih, tapi semua itu dilakukan dengan tulus dan ikhlas oleh kakak-kakak mentor untuk kemauan peserta pelatihan. 

Selayaknya membimbing balita yang baru belajar berjalan, tentu harus melalui jatuh bangun dan nangis-nangis manja 👶🏻 seperti mengajar anak naik sepeda 🚴 tentu sering mengalami ketidak seimbangan bahkan sekali-kali jatuh dan timbul luka kecil, seiring dengan kesembuhan luka kecil tersebut sang anak akhirnya bisa mengendarai sepeda dengan lancar bahkan bisa berimprovisasi dan berimajinasi dengan sepedanya. 

Begitu pula hasil akhir dari mengikuti pelatihan dari Femalepreneur, from nothing to something, dari gak tahu menjadi tahu, dari sok tahu jadi humble. Mulai dari mengosongkan diri untuk menerima ilmu/informasi/kritik dan saran dengan hati dan pikiran bersih. Tekun menyelesaikan tugas dan tidak malu untuk bertanya karena kalau malu bertanya niscaya sesat di jalan dan sesak nafas karena gak sampai tujuan 😃

Saya sangat berterima kasih atas waktu yang kakak-kakak mentor berikan kepada kami, tanpa membatasi usia bahkan gender meskipun judulnya Femalepreneur 👱‍♀️👩🏻‍🦰

Terima kasih atas kemurahan hati Femalepreneur yang sangat mengerti kebutuhan entrepreneur-entrepreneur baru meskipun masih dalam UKM, kakak-kakak mentor sangat menghormati setiap individu, memberi ilmu dan informasi bukan sekedar apa adanya tapi apa-apa ada 😊

Sukses selalu Untuk peserta pelatihan Femalepreneur, sukses untuk mentor-mentor Femalepreneur. Sukses untuk PT. Perempuan Hebat Indonesia 🙏🙏

 

 

Cerpen karya Junita Hutabarat - Owner Kacang Rempah Oppung Doli

 

BY: Li Ling

Related News

Post Comments.

Login to Post a Comment

No comments yet, Be the first to comment.