Cara Menentukan Kebutuhan Modal yang Tepat Buat Bisnismu!

Di luar sana pasti masih banyak banget pelaku UMKM yang bingung buat menentukan berapa besar modal yang mereka butuhin buat mendanai bisnis mereka. Mungkin kamu juga salah satunya. 

Kira-kira berapa sih yang harus disiapin buat memulai sebuah bisnis? Gimana kalau modalnya gak cukup? Nah, sebelum bahas semua itu, kita bahas dulu bagian dasarnya. Sebenernya, apa itu modal kerja?

Modal kerja adalah sebuah konsep keuangan yang penting buat dipahami semua pelaku bisnis, baik UKM, UMKM, maupun usaha besar. Di sini, manajemen modal kerja memainkan peran yang penting, di mana strategi bisnis nantinya harus dirancang untuk memastikan usaha kamu bisa beroperasi secara efisien dan efektif, dan pastinya sesuai dengan aset yang dimiliki.

Melakukan manajemen modal ini penting, supaya perusahaan bisa terus memenuhi kebutuhan operasionalnya, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

Modal kerja ini biasa digunakan untuk:

• Gaji dari pegawai.

• Biaya operasi dan produksi

• Biaya untuk membeli bahan baku.

• Biaya operasi di luar produksi, seperti biaya sewa tanah, listrik, dan lain-lain.

Cara menghitung modal kerja ini sebenarnya mudah saja, yakni aset lancar yang kamu punya dikurangi dengan kewajiban lancar. 

Aset lancar sendiri adalah uang kas, investasi jangka pendek, piutang dagang, dan persediaan. Sedangkan Kewajiban Lancar itu biasanya dalam bentuk pinjaman, utang usaha, utang pajak, dan biaya lain yang harus dibayar.

Nah, terus gimana sih cara buat menentukan berapa banyak modal yang dibutuhin? Di sini kamu harus tahu dulu siklus operasi usaha kamu. Siklus operasi ini berkaitan erat sama jadwal produksi, berapa banyak yang diproduksi dalam satu siklus, dan biaya yang dibutuhin tiap siklusnya.

Kalau usaha kamu gak berhubungan dengan bagian produksi, kamu tetep harus tau siklus operasi usaha kamu, mulai dari berapa banyak produk yang harus kamu stok, biaya buat nyimpen barang-barang yang kamu beli, dan daya tahan produk-produk itu. Setelahnya, baru kamu bisa nentuin banyaknya modal yang kamu butuhin lewat analisis 3 buah siklus.

1. Siklus Kewajiban

Siklus kewajiban ini mengacu kepada semua pengeluaran yang wajib dikeluarin, gak peduli berapapun jumlah produk yang kamu produksi maupun beli, dan gak peduli berapapun jumlah barang yang terjual. 

Besarnya dana untuk siklus kewajiban ini biasanya mencakup hal-hal dasar, seperti biaya gaji tenaga kerja, biaya sewa toko, biaya listrik, air, telepon, dan tagihan wajib lainnya. Gak peduli sesukses atau seanjlok apapun bisnis kamu, kamu tetep harus bayar dana kewajiban ini.

2. Siklus Produksi

Siklus produksi mengacu pada semua hal yang mendukung kegiatan produksi. Bisa dimulai dari beli bahan baku ke supplier, mengolah barangnya sampai jadi, dikasih bungkus, sampai dikirim ke tangan konsumen. Biaya di siklus produksi ini jumlahnya berbeda-beda, tergantung berapa yang emang mau diproduksi sama kamu. 

Di sini yang penting adalah, antara kebutuhan dana buat modal kerja dan ketersediaan dana itu harus seimbang. Kamu gak mau usaha kamu terus-terusan utang ke orang lain kan?

3. Siklus Piutang

Siklus piutang ini mengacu pada semua yang berbau pemasukan tidak langsung. Siklus piutang ini bisa dengan kamu berutang ke pihak lain, bisa juga dengan menyediakan pembayaran piutang ke konsumen kamu atau biasa disebut juga dengan pembayaran dengan termin. Jadi konsumen gak usah membayar langsung, melainkan melakukan pembayaran di jadwal yang udah ditentukan.

Dengan memadukan tiga buah siklus di atas, maka kamu udah bisa mulai mengestimasi kira-kira kebutuhan modal kerja kamu itu berapa. Di sini kadang emang dibutuhin trial and error, gak mungkin kamu langsung berhasil menentukan kebutuhan modal kerja kamu dengan presisi dalam sekali coba. 

Pasti kamu bakal ngalamin kegagalan dulu, salah hitung, salah estimasi, dan lain sebagainya. Tapi, asal kamu tahu siklus operasi kamu dengan baik, maka kamu bakalan bisa menentukan kebutuhan modal kerja kamu dengan mudah kok. Selamat mencoba!

 

Agnes - Femalepreneur Indonesia

 

BY: Li Ling

Related News

Post Comments.

Login to Post a Comment

No comments yet, Be the first to comment.