Femalepreneur Festival Day 1 Sesi 2: Belajar Insentif Pajak Sambil Kenalan, Apa Itu Femalepreneur?

Kembali lagi, masih dalam acara besar kita Femalepreneur Festival, pada sesi kedua kali ini ditemani oleh Kak Mario Devan dan Kak Afif Yasinta dalam mengulik lebih dalam terkait pembukuan dan perpajakan UMKM. Hmm, ada yang sudah tahu digital platform Catat Buku?

Suka-tidak suka, UMKM tetap harus berurusan dengan pajak. Pada sesi kali ini, Femalepreneur menghadirkan Kak Veren Angelina sebagai CEO dari Catat Buku untuk berbagi terkait catatan pembukuan. Sekilas tentang Catat Buku, ini merupakan digital platform yang membantu para pemilik usaha untuk mencatat pembukuan, keuangan, akuntansi, perpajakan, hingga budgeting dengan sistem bagi hasil mulai dari 1% dari penjualan. Catat Buku berafiliasi dengan para mahasiswa akuntansi, perpajakan, dan keuangan untuk mengerjakan pembukuannya, dengan tetap diawasi oleh tim Catat Buku.

Pada kesempatan kali ini, Kak Veren ingin berbagi tentang insentif pajak yang merupakan kesempatan bagi para UMKM untuk mempermudah pajaknya menjadi lebih ringan. Insentif ini sudah ada sejak 2020, terhitung sejak Covid-19 mulai banyak ditemukan di Indonesia dan perlahan menggoyahkan pertahanan ekonomi negara.

Skema Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) negara tahun 2021 dialokasikan kepada bidang kesehatan, program perlindungan anak, dukungan pada UMKM dan koperasi, dan pemberian insentif pajak. Oleh karena itulah, insentif yang semula direncanakan akan berakhir pada akhir 2020 tersebut masih berlanjut hingga saat ini dan dapat diperpanjang hingga 30 Juni 2021 nanti.

Memangnya, pajak apa saja, sih, yang bisa memperoleh insentif? Pajak-pajak tersebut, di antaranya PPh 21, Pajak Final UMKM, PPh 22 atas Impor, Angsuran PPh 25, dan Insentif Pajak PPN. Para pelaku UMKM harus sudah menyerahkan SPT Akhir Tahun dan memenuhi persyaratan UMKM, barulah kemudian login ke djponline.pajak.go.id dan menyelesaikan proses registrasi sesuai instruksi pada laman website. Lalu, bagaimana agar dapat memperoleh insentif pajak? Pengguna dapat melakukan aktivasi menu layanan e-Reporting Insentif Covid-19 dan memilih jenis realisasi pajaknya.

Masih bingung bagaimana cara mengurus insentif pajak? Eits, tidak tanggung-tanggung, Kak Veren juga memberikan kode promo spesial potongan 25% untuk peserta Femalepreneur Festival yang ingin dibantu oleh Catat Buku, tidak hanya dalam mengurus insentif pajak, tetapi juga pembukuan dan berbagai urusan keuangan lainnya, lho!

Sesi berikutnya dilanjut oleh Kak Emmy Surya selaku Founder sekaligus CEO dari Femalepreneur Indonesia. Sampai di sesi kedua Femalepreneur Festival ini, sebenarnya teman-teman tahu nggak, sih, apa itu Femalepreneur? Sebelum membahas lebih jauh, perlu diketahui bahwa Femalepreneur merupakan wadah bagi pengusaha-pengusaha perempuan hebat yang dibantu oleh orang-orang terdekatnya. Terdapat berbagai alasan mengapa para perempuan ini memutuskan untuk berwirausaha, mulai dari adanya keinginan untuk mandiri secara finansial, membantu perekonomian keluarga, menyalurkan hobi, hingga terdesak kondisi akibat hal-hal di luar kehendaknya sebagai manusia.

Hadirnya Femalepreneur dilandasi oleh keinginan untuk membantu para pengusaha perempuan di seluruh Indonesia yang ingin mengembangkan profit usahanya. Para pengusaha perempuan ini telah berhasil menghasilkan produk-produk dengan kreativitas dan kualitas terbaik, tetapi sayangnya mereka masih kurang pemahaman dalam mengoptimalkan teknologi digital.

Femalepreneur Indonesia merupakan perusahaan startup teknologi yang berfokus pada pendidikan kewirausahaan bagi UMKM di Indonesia, utamanya perempuan, melalui program akselerasi usaha. Melalui kelas yang komprehensif, Femalepreneur menawarkan berbagai toolkit aplikatif, mentoring yang intensif, dan jasa pengembangan produk yang berkualitas.

Harapannya, dengan hadirnya Femalepreneur, UMKM perempuan di Indonesia dapat memiliki wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang kewirausahaan, mempromosikan usaha secara langsung maupun digital, memperluas jaringan wirausaha perempuan yang saling mendukung, dan memiliki bisnis yang berkelanjutan.

Memangnya, apa sih perbedaan antara “berdagang” dan “berbisnis”? Bayangkan pedagang bakso keliling yang sehari-hari memikul barang dagangannya. Selain menguras energi dan waktu yang tidak sedikit, konsumen cenderung hanya akan mengingat pedagangnya, bukan produk yang dijual. Berbeda dengan konsep “berbisnis” yang sama-sama menjual bakso, tetapi dikembangkan dengan metode marketing dan branding, konsumen tidak mempermasalahkan siapa pun yang menyajikan bakso karena yang mereka ingat adalah produknya.

Berbeda dengan “berdagang” yang hanya fokus pada menjual kembali barang dengan harga yang lebih tinggi agar memperoleh keuntungan, “berbinis” justru fokus dalam menciptakan value (nilai). Barang tersebut tidak langsung dijual kembali, tetapi diolah lebih dulu dengan aneka kreativitas agar memiliki nilai jual yang berkali-kali lipat lebih tinggi. Lantas, bagaimana agar para pengusaha dapat menjalankan usahanya sebagai “bisnis”, tidak hanya “dagangan”?

Femalepreneur Indonesia hadir dengan 138 toolkits pembelajaran yang diadopsi dari perusahaan Adelphi Jerman. Toolkit ini sudah dilengkapi dengan worksheet/lembar kerja, mulai dari perencanaan, bisnis, desain produk, prototype, branding, marketing, manajemen sumber daya, kepemimpinan, konten kreatif, facebook ads, hingga laporan keuangan yang semuanya dibagi menjadi tiga paket UMKM HEBAT, yakni STARTER, BOOSTER, dan MASTER. Klik di sini (masukkan link: https://femalepreneur.id/kelas) untuk informasi produk-produk kelas Femalepreneur.

Sesuai dengan temanya yaitu Power, hari pertama Femalepreneur Festival ini agaknya cukup berhasil dalam menumbuhkan dan mendorong kekuatan para pengusaha perempuan. Setelah sesi Tanya-jawab, acara Femalepreneur Festival hari ini ditutup oleh quiz dengan berbagai hadiah menarik. Apakah kamu merasa puas dengan yang didapat hari ini? Eits, masih hari pertama, lho. Jangan lupa untuk ikuti terus Femalepreneur Festival selanjutnya, ya!

 

Hana Sausan - Femalepreneur Indonesia

BY: Li Ling

Related News

Post Comments.

Login to Post a Comment

No comments yet, Be the first to comment.