Hai UMKM, Masih Bingung Urus Perizinan dan Legalitas Usaha? Ini Tipsnya!

Mengurus perizinan dan legalitas usaha bagi UMKM sebenarnya jauh lebih gampang loh daripada urus perizinan nikahan sama calon mertua. Tapi, juga masih banyak UMKM yang masih bingung harus mulai dari mana, yang jelas sih bukan dari mata turun ke jantung. 

Berikut tips-tipsnya agar kamu dapat mendapatkan gambaran dalam mengurus perizinan dan legalitas usaha:

1. Jika kamu menjual produk makanan, prioritaskan dulu perizinan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) agar produk kamu bisa dipasarkan secara luas. Mengurus PIRT mirip dengan syarat kelulusan Ujian Nasional karena ada banyak persyaratannya nih buibu. 

- Usahakan saja untuk produksi makanan yang tidak perlu SUSU Segar (kalau susu bubuk boleh, kalau ASI gak boleh ya buibu) 

- Tidak pakai bahan pengawet, natural aja say

- Tidak frozen atau beku seperti hati doi

- Tidak pakai alkohol, bahaya nanti bisa candu

Kalau kamu kekeuh pakai bahan-bahan di atas, umumnya Dinas Kesehatan setempat tidak akan mau mengeluarkan sertifikat PIRT, dan akan dirujuk mengurus Sertifikat BPOM MD, yang mengurusnya lebih kompleks lagi ngelebihin ngurus anak 10 karena fasilitas produksi yang ada harus sesuai dengan standar Good Manufacturing Practice (GMP).

2. Jika bergerak di bidang perdagangan, misalnya jualan online, jualan jasa, dll (asal jangan jualan teman, yang kalau ada maunya baru nyari) sebaiknya informal dulu juga tidak masalah. Kecuali, kalau sudah mepet disuruh nikah sama enyak babe jadi butuh modal dan ingin membesarkan usaha dengan menggalang dana modal dalam jumlah besar (misalnya di atas Rp200 juta) itu membutuhkan perizinan. 

Sekarang membangun citra toko tidak harus pakai perizinan, yang butuh perizinan itu bangunin Cinta Laura. Jadi bisa juga cuma pakai media sosial yang dikelola dengan baik (pilih foto yang bagus, bikin narasi yang menarik).

Seputus asa apapun kamu pengen bikin narasi yang menarik, jangan pernah curhatin pacar yang ganteng doang tapi masih jemput di depan gang, nanti jatuhnya sosal media kamu jadi ajang curhat bukan jualan.

3. Kalau bergerak di bidang jasa/perdagangan yang biasanya dihutangi oleh klien (misalnya 50 hari setelah jasa diselesaikan baru dananya masuk ke rekening kita) bisa mencoba peluang untuk mendapatkan invoice financing dari FinTech, seperti modalku.co.id, pinjam.id. Umumnya, Fintech menawarkan prosedur yang lebih mudah dari pada perbankan. Kalau ada yang mudah kenapa harus pilih yang susah.

Perizinan dan legalitas usaha dengan UMKM itu sangat penting dan saling membutuhkan kaya sepasang sendal, sehingga UMKM dapat mengakses pendanaan atau peluang-peluang usaha lainnya. 

See you in next article!

 

Anggita Laurencia - Femalepreneur Indonesia

BY: Li Ling

Related News

Post Comments.

Login to Post a Comment

No comments yet, Be the first to comment.