Kelas ke-5 UMK Champion Bootcamp Banten Dengan Toolkit “Memasang Iklan di Media Sosial”

Halo, Femalepreneur! 

Pada hari Rabu, 14 Oktober 2020 dari pukul 10.30 hingga 12:00 WIB kelas ke-5 dengan toolkit Memasang Iklan di Media Sosial yang diselenggarakan oleh Femalepreneur bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia masih dipenuhi semangat yang menggelora dari para ratusan pesertanya, terbukti dengan antusiasme peserta yang banyak berpartisipasi dengan cara mengajukan banyak pertanyaan untuk materi yang sedang dipelajari.

Nah, mengenai apa sih acara ini serta siapa aja sih yang berpartisipasi, dan bagaimana kelas-kelas sebelum kelas ke-5 yang akan dibahas ini, teman-teman bisa liat di artikel-artikel sebelumnya ya! Udah dijelasin kok dengan lengkap~

Next....

Harus ya kita memasang iklan di Media Sosial?

Harus dong! Kenapa? Karena di era sekarang yang serba teknologi, banyak masyarakat menggunakan internet, ditambah luasnya jangkauan di media sosial maka peran iklan di dunia maya menjadi jauh lebih efektif, dapat membuat produk ataupun jasa kita dikenali lebih banyak orang, dan seperti yang kita tahu iklan sendiri berfungsi untuk menarik perhatian khalayak jadi, jangan sampai kita tidak memanfaatkan hal tersebut semaksimal mungkin ya!

Jadi bagaimanakah cara kita Memasang Iklan di Media Sosial?

Eitts, sebelum kita masuk ke tahap eksekusi dalam memasang iklan tadi, seperti yang dibilang Kak Mario (Chief Marketing Officer Femalepreneur indonesia) terlebih dahulu kita harus mengetahui apa tujuan dan goal yang kita inginkan, jangan sampai kita gegabah dengan lansung memasang iklan tanpa tahu hal yang baik dan efektifnya bagaimana, bukannya menguntungkan malah berakibat sebaliknya ke kita sendiri.

Kalau begitu apa aja sih tahapan-tahapan yang perlu dilakukan?

Tahap 1- Menentukan Objektif

Nah, inilah dasar yang diperlukan, yaitu tahu apa tujuan terlebih dahulu, karena beda tujuan tentunya juga beda cara pendekatan.

Objektif atau tujuan memasang iklan biasanya:

• Brand Awarness (orang kenal brand anda)

• Kenaikan penjualan

• Mendapatkan database/leads

• Kenaikan followers

Tahap 2 – Memahami Cara Organik

Maksud dari organik di sini adalah kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk promosi (kecuali waktu dan kuota internet tentunya, hehe). contoh cara ini adalah dengan melakukan DM (direct message) ke target konsumen, komen postingan orang lain dengan konteks yang tepat, membuat komunitas, riset hastag yang ada, meminta testimoni pelanggan, dsb.

Poin penting di sini adalah cara organik ini harus dilakukan terlebih dahulu sebelum memulai iklan berbayar, karena kita harus pastikan produk kita diterima dulu dengan cara organik untuk memvalidasi bisnis

Tahap 3 – Tips Cara Organik

• Jadikan akun anda menjadi akun Bisnis/Profesional

• Buat bio anda cukup jelas dan profesional

• Manfaatkan alt text untuk mengoptimalkan kata pencari

• Pentingnya interaksi dengan konsumen

Tahap 4 – Pemasangan Iklan di Media Sosial

Untuk menyiapkan iklan agar bisa efektif dan mempunyai performa maksimal maka hal yang harus kita lakukan adalah:

• Text overlay pada konten gambar tidak lebih dari 20%

• Caption tidak boleh menyinggung ras, etnis, agama, usia, orientasi seksual, identitas gender, kecacatan, kondisi medis, termasuk kesehatan mental

• Dilarang banyak menggunakan kata Kamu, Saya, atau Mereka yang menyudutkan atribut pribadi seseorang

• Referensi teks atau caption tidak boleh menyinggung pribadi atau karakteristik kelompok atau individu yang ditargetkan

Tahap 5 – Persiapan Memasang Iklan di Instagram

Jika teman-teman sudah mengikuti 4 langkah sebelumnya, maka langkah selanjutnya adalah manfaatkan konten yang memiiki performa terbaik, agar iklan semakin maksimal, serta manfaatkan fitur-fitur di akun bisnis dengan maksimal.

Tahap 6 – Tahapan Membuat Iklan Ads

Sebelumnya akun bisnis harus dikoneksikan dengan facebook, agar nantinya muncul ruang untuk pembayaran iklan. Untuk langkah-langkahnya teman-teman bisa klik di link ini.

Tahap 7 – Mengevaluasi Pemasangan Iklan di Media Sosial

Kenapa harus ada evaluasi? Karena untuk pebisnis pemula budget yang masih terbatas tentu penggunaannya harus semaksimal dan seefektif mungkin. Harus dikontrol kalau bisa setiap hari, dan jika iklan tidak bekerja seperti yang kita harapkan, maka tidak usah ragu untuk stop iklan tersebut. Jika iklan punya performa yang baik, maka kita bisa tambahkan budget untuk beberapa konten kita, dan duplikasi lagi konten yang punya performa bagus itu.

Dengan memperhatikan tahap-tahap di atas, maka produk yang kita jual nanti bisa makin dikenal oleh lebih banyak konsumen, dan pastinya berdampak baik untuk bisnis yang kita lakukan.

 

 

 

Witari Drafenza – Femalepreneur Indonesia

 

 

BY: Li Ling

Related News

Post Comments.

Login to Post a Comment

No comments yet, Be the first to comment.