Kelas Master Hari Ke-4: Ingin Menyusun MoU dan Profil Bisnis? Perhatikan Tahap Penting Berikut!

25 Feb 2021 Li Ling 0 Paket Khusus

Hulaa, sobat Femalepreneur Indonesia, ada yang tau gak si waktu Kamis, 18 Februari 2020 lalu, Femalepreneur Indonesia melaksanakan kelas apaa???

Tentunya Paket Kelas Master yang ngebahas tentang cara Menyusun MoU dan Profil Bisnis (Pitch Deck) dengan dimentori oleh Kak Emmy dan Kak Rosi loh, yang pasti diselenggarakan via Zoom, dengan diikuti para peserta yang hadir di kelas.

Oiya, kalau kamu ingin menyusun MoU dan Profil Bisnis (Pitch Deck) bisa banget nih baca artikel ini dan pastinya harus perhatikan tahap penting sebelum menyusun yaa. Yuk, langsung kita bahas!

 

Menyusun MoU (Memorandum Of Understanding)

• What, MoU dapat diartikan sebagai dokumen atau bukti tertulis yang menunjukan adanya keinginan atau niat awal dari pihak untuk melakukan kerja sama bisnis.

• When, MoU dibutuhkan ketika kamu melakukan kerja sama, kolaborasi ataupun ingin melakukan proyek bersama-sama.

• How, membuat perjanjian secara tertulis dengan detail sesuai dengan kebutuhan.

 

Apa sih pentingnya MoU?

MoU dibuat sebagai upaya mematenkan segala niat kerja sama antara dua belah pihak kepada hal yang dianggap lebih mengikat yaitu hukum. Terus pentingnya apa si buat kamu yang ingin bekerja sama dalam usaha? Karena MoU menjabarkan detail tentang bagaimana kemitraan bekerja, MoU yang baik itu dapat mencegah konflik dan kebingungan antara kamu dan mitra kamu juga loh.

MoU merupakan akronim dari Memorandum of Understanding. Dalam Bahasa Indonesia biasa disebut Nota Kesepahaman atau Nota Kesepakatan. Jangan lupa juga ya sebelum kamu menulis dan menandatangani MoU, penting banget nih untuk memahami tujuan, isi, dan status hukumnya.

 

Apakah MoU mengikat secara hukum?

Dibandingkan dengan kontrak, pengadilan juga tidak dapat menegakkan MoU jika salah satu pihak gagal memenuhinya. Namun, pengadilan dapat menganggap MoU sebagai kontrak dan memperlakukannya mengikat secara hukum jika ditulis dalam bahasa kontrak dan menyertakan elemen kunci.

Misalkan, penawaran, penerimaan tawaran, dan niat untuk terikat secara hukum. Bagian dari MoU, misalnya perjanjian kerahasiaan atau privasi, juga dapat mengikat secara hukum guys

 

Komponen dalam MoU

1. Maksud dan Tujuan, deskripsi singkat tentang maksud keseluruhan dari para pihak yang menyatakan dengan tepat apa yang ingin dilakukan oleh para pihak.

2. Para pihak, deskripsi singkat para pihak (nama, jenis organisasi, lokasi, dan kemungkinan misi)

3. Tanggal Kerjasama, spesifikasi tanggal mulai dan akhir kemitraan

4. Tugas dan Tanggung Jawab, buat daftar tanggung jawab tunggal setiap organisasi menurut organisasi. Dan buat daftar tanggung jawab bersama jika memungkinkan.

5. Pembatasan, membatasi cakupan MoU, menjelaskan kemitraan apa yang tidak dimaksudkan untuk dilakukan, dijamin, atau dibuat.

6. Pengaturan Pembayaran, informasi tentang entitas mana yang akan membayar untuk setiap aktivitas/item, kapan pembayaran jatuh tempo dan kepada siapa.

7. Faktor Risiko, deskripsi siapa yang menanggung risiko jika ada kerugian. Sebutkan tanggung jawab masing-masing pihak.

8. Tanda Tangan, tanda tangan dari masing-masing partner.

 

Cara Menyusun MoU

1. Buatlah team untuk menyusun MoU.

2. Identifikasikan tanggung jawab para pihak.

3. Berikan draft MoU kamu ke pihak mitra. Secara pribadi mengirimkan atau mengirimkan draft MoU kamu ke Direktur Eksekutif dari calon mitra, sertakan juga surat pendek meminta pertemuan untuk membahas draft.

4. Negosiasikan persyaratan MoU dan sepakati waktu perjanjian.

5. Jika perlu buatlah pertemuan.

6. Sepakat dengan pihak mitra tentang siapa yang akan menyusun ulang MoU setelah pertemuan.

7. Setelah semua aspek kunci untuk perusahaan kamu telah dipertimbangkan dan disertakan dalam MoU, sepakati versi final dengan pihak mitra.

8. Setelah kamu menyetujui teks akhir MoU, teks tersebut harus ditandatangani oleh perwakilan dari masing-masing mitra dengan kewenangan untuk mengikat organisasi mereka secara kontrak.

9. Setiap mitra harus menyimpan salinan perjanjian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

 

Eits, sebelum pengembangan MoU kamu juga harus menyelesaikan tugas-tugas berikut ini:

• Mengidentifikasikan, memetakan, dan menganalisis pemangku kepentingan eksternal.

• Promosikan ide kamu ke pemangku kepentingan ini.

• Mencapai kesepakatan lisan untuk bekerja sama dengan masing-masing pemangku kepentingan.

• Mengidentifikasikan kemungkinan persyaratan kerja sama ini berlaku untuk kamu dan calon mitra.

 

Tips Negosiasi dalam MoU

Ada 4 tips nih untuk melakukan negosiasi:

1. Lakukan riset tentang pihak lain/calon mitra

2. Sampaikan informasi yang relevan

3. Tentukan batas waktu negosiasi

4. Buat kontra atau perjanjian setelah MoU

 

Mengenal Force Majeure

Force Majeure adalah keadaan memaksa yang terjadi di luar kemampuan manusia sehingga kerugian tidak dapat dihindari seperti bencana alam, wabah, dan juga mencakup tindakan manusia, seperti konflik bersenjata. Peristiwa tersebut harus tidak terduga, di luar pihak-pihak kontrak, dan tidak dapat dihindari.

Kan tadi kita udah ngebahas tentang nyusun MoU yang benar, sekarang gantian nih gimana sih caranya menyusun Profil Bisnis (Pitch Deck) yang tepat? Langsung aja yuk, guys kita ke materinya >_<

 

Menyusun Profil Bisnis (Pitch Deck)

• What, upaya untuk memperkenalkan bisnis yang sedang kamu jalani dengan menggunakan dokumen profesional.

• When, dapat dibuat ketika masih ide bisnis ataupun ketika bisnis sudah berjalan. Umumnya dokumen Pitch Deck diperlukan ketika ingin menghadap calon Co-founder, mitra atau investor.

• How, terdapat beberapa konten minimum yang patut disertakan di dalam pembuatan Pitch Deck agar penerima pesan dapat memahami bisnis kamu secara menyeluruh.

 

Mengenal Pitch Deck

Pitch Deck adalah sebuah prestasi singkat yang bisa menjelaskan gambaran umum tentang rencana bisnis atau bisnis yang sedang dibangun. Dengan bantuan file presentasi, kamu bisa memperkenalkan produk kamu di hadapan calon investor dengan lebih mudah. Sehingga mereka lebih tertarik untuk memberi pendanaan. Kata Pitch Deck umum digunakan di kalangan ‘startup/pebisnis rintisan’

 

Tips Membuat Pitch Deck

Berikut ada beberapa tips yang dapat dilakukan:

1. Bangun narasi yang kuat

2. Gunakan visualisasi atau desain yang menarik

3. Adakan demo singkat tentang produk

4. Batasi Pitch Deck maksimal 10-15 slide

5. Pelajari Pitch Deck perusahaan yang terlebih dulu sukses

6. Tidak perlu menjual janji yang terlalu tinggi

7. Hindari penggunaan data dan statistik yang tidak up to date

8. Jangan menampilkan slide yang hanya memuat teks

 

10 Konten Pitch Deck

1. Problem/masalah, ada 3 hal yang membuat investor tertarik dengan problem yang dijabarkan oleh bisnis kamu. Pertama, mereka pernah merasakan problem yang sama. Kedua, mereka bisa membaca ada potensi bagus untuk ROI. Ketiga, pemilik bisnis memahami permasalahan dengan baik karena mereka memiliki keahlian di bidang tersebut.

2. Solution, jelaskan solusi yang bisa bisnis kamu tawarkan untuk mengatasi problem. Untuk lebih meyakinkan investor, kamu bisa memberikan demo product.

3. Target Market and Opportunity, berikan gambaran tentang market bisnis serta peluang yang ada. Jangan terlalu bias, seperti target market yang dituju adalah seluruh rakyat Indonesia.

4. Value Proposition, sebuah penjabaran dalam melihat bagaimana menciptakan value untuk para konsumen.

5. Revenue Model dan Business Model, jelaskanlah model bisnis kamu sesingkat-singkatnya dan sangat jelas.

6. Traction and Strategy, jelaskanlah tentang pertumbuhan bisnis kamu yang berhubungan dengan supply & demand. Jelaskanlah bagaimana user acquisition perfomance bisnis kamu. Dan jelaskan bagaimana bisnis kamu mengelola keuangan dan gambaram untuk mencapai profit.

7. Team, kamu juga harus banget nih menceritakan tentang anggota tim bisnis kamu. Skill + Impact + Achievement + Education.

8. Competition, harus memiliki gambaran tentang persaingan pada industri yang kamu masuki.

9. Financial, rangkumlah secara singkat yang menunjukkan penjualan, total pelanggan, total pengeluaran, dan keuntungan.

10. Fund Rising Needs and Plan, jelaskan juga bagaimana kamu akan mengelola hal tersebut dengan detail & hasil apa yang akan kamu dapatkan dengan dana tersebut.

 

Eliminate Unnecessary

Yang perlu diingat saat bertemu dengan Co-Founder, tidak perlu disertakan informasi kondisi finansial dan permohonan investasi. Yang diperlukan adalah tambahkan informasi portofolio bisnis kamu.

Itulah materi yang dibahas waktu paket kelas master berlangsung. Nah, sekarang udah tahu kan cara Menyusun MoU dan Profil Bisnis (Pitch Deck) yang benar dan tepat.

Yuk, langsung kamu praktekin aja. Kalau kamu masih ngerasa belum paham betul cara berbisnis yang tepat, bisa juga join kelas-kelas Femalepreneur Indonesia, yang pastinya dimentorin langsung sama kakak-kakak yang kece! Happy nice day ya guys!!

 

Sausan - Femalepreuner Indonesia 

BY: Li Ling

Related News

Post Comments.

Login to Post a Comment

No comments yet, Be the first to comment.