Mau Jualan Tapi Belum Punya Pengalaman? Berikut 3 Hal yang Harus Kamu Lakukan Terlebih Dulu!

Hallo readers. 

Kamu udah pernah nyobain jualan belum? Kalau belum, kamu datang ke tempat yang tepat! karena di sini bakalan ada beberapa tips yang harus diperhatikan sebelum kita menjual sesuatu.

Jadi nggak serta merta saat terlintas pengen banget untuk jual sesuatu, lalu dilakuin saat itu juga. No! Jangan sampai gegabah dan malah merugikan diri kita sendiri ya. 

Well, berikut hal pertama yang harus kita lakukan!

1. Menentukan Target Market

Target pasar ini merupakan sekelompok orang yang nantinya akan menjadi target penjualan produk kamu. Nah, akan ada beberapa karakteristik yang harus diperhatikan, baik itu dari sisi kebiasaan, kesukaan, dsb.

Kenapa kita harus menentukan target market?

Ya, untuk menghemat biaya marketing dong, di samping itu juga karena perusahaan gak bakalan mampu untuk melayani semua konsumen atau pembeli di pasar karena beragamnya kebutuhan dan keinginan orang-orang di luar sana. 

Gimana dong bund cara nentuin target market itu?

Well, caranya adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, penting banget! Harus benar-benar dipikirkan dan dianalisa dengan seksama.

• Siapakah pembeli kita?

• Rentang umur mereka berapa?

• Tinggal di mana mereka?

• Hobi-nya apa?

• Apa kegelisahan yang mereka rasakan?

• Solusi apa yang bisa kita tawarkan melalui barang dan jasa kita tadi?

Setelah tahu dengan jawaban di atas, langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah.. 

2. Menentukan Persona

Persona ini sama ya dengan pesona?

BIG NO! Pesona sendiri berarti daya pikat atau daya tarik, sedangkan persona yang kita maksudkan di sini adalah buyer persona yang merupakan sebuah representasi pelanggan atau karaker yang menggambarkan kumpulan orang-orang. Di sini kita membayangkan sosok calon pembeli kita dengan berdasar pada ciri fisik, demografi, dan lainnya yang sebelumnya telah kita analisa dalam menentukan target market. 

Nah, untuk membangun buyer persona ini, kita bisa memulai dengan menentukan jenis kelamin, usia, gaya hidup, dan hal lainnya yang berkaitan dengan pelanggan, dengan adanya data yang spesifik, maka target pasar akan lebih unik.

Gimana dong cara kita mengetahui data-data calon konsumen? Tanyain satu-satu kah?

Well, banyak analytic tools yang bisa kita gunakan untuk menemukan data konsumen ini, contohnya jika kita mempunyai website, google analytcs adalah salah satu tools yang tepat. Tools ini mampu mencatat informasi dari pengunjung website kamu, mulai dari lokasi, lama mengakses, bahan profil orang yang mengunjungi web-mu tadi..

Wew, teknologi zaman sekarang memang luar biasa. 

3. Menentukan Harga Pokok Penjualan

Masuk ke langkah yang sangat penting sekali, yaitu menentukan harga pokok penjualan dari usaha kita.

Tujuan nentuin harga pokok ini untuk apa sih?

Ya supaya kita ga rugi dong! Masa iya kita udah capek-capek promosi, nentuin market, dsb, tapi malah gak dapet untung? Alasan lainnya adalah supaya kita bisa menentukan nilai dan harga jual berdasarkan biaya yang telah kita keluarkan. 

Lalu agar kita terhindar dari penghitungan biaya produksi yang nanti menyebabkan kerugian, serta untuk memisahkan antara bahan untuk produksi dan konsumsi rumah tangga, supaya gak kecampur gitu.

Dalam menghitung harga pokok penjualan ini kita harus mengetahui

• Biaya bahan baku atau yang disebut dengan direct material, yang adalah biaya yang jumlahnya besar dalam rangka menghasilkan suatu jenis output

• Biaya tenaga kerja yang dikeluarkan dalam bentuk upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja dalam pembuatan barang (jika kamu memiliki usaha yang memiliki pekerja) dan biasanya mereka disebut juga sebagai tim produksi

• Overhead cost adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja lansung

Nah, harga pokok produksi ini berarti jumlah dari biaya yang melekat pada produksi yang dihasilkan nantinya, yang meliputi biaya-biaya yang dikeluarkan ketika produksi dimulai, saat pengadaan bahan, proses pembuatan, hingga barang siap jual.

Demikian beberapa taktik yang harus kita perhatikan sebelum memulai suatu bisnis, semangat buat kamu yang baru memulai! semua itu gak bakalan mudah, akan banyak rintangan dan hambatan yang menghadang, jadi mari menjadi seseorang yang pantang menyerah dan selalu semangat serta jeli dalam melihat peluang-peluang yang ada, yuhuu.. 

 

Witari Drafenza – Femalepreneur Indonesia

 

BY: Li Ling

Related News

Post Comments.

Login to Post a Comment

No comments yet, Be the first to comment.