Pentingnya Menentukan Buyer Persona Dalam Bisnis

Bukan hanya perempuan yang butuh dipahami, pembeli juga harus dipahami dengan menciptakan Buyer Persona sehingga membuat lebih mudah bagi kita untuk menyesuaikan konten atau produk dengan kebutuhan, perilaku, dan masalah spesifik dari pembeli.

Seperti kita yang gak ingin disama-samakan dengan mantannya, buyer persona juga tidak ingin disamakan dengan target audiens. 

Buyer Persona adalah penjelasan yang lebih rinci tentang siapa pembeli kita selain keluarga besar, apa yang mereka pedulikan kecuali hubungan asmara, dan bagaimana mereka suka menerima informasi selain informasi yang mengandung gosip.

Berikut adalah langkah mudah menentukan buyer persona:

1. Penelitian

Mulai dengan menentukan demografi, sifat, dan identifikasi lainnya yang ingin kita targetkan. Ingat buatnya fokus untuk pelanggan bukan gebetan ya!

Tentukan juga tren di antara mereka, atau mewawancarai beberapa dari mereka untuk dipelajari lebih lanjut, bukan tentang alasan mereka menyukai kita, namun alasan mereka memilih untuk membeli produk kita. Wawancara sebaiknya dilakukan secara online mengingat pandemi yang mengharuskan kita untuk LDR.

2. Jangkau Pasar yang Kita Targetkan

Setelah membuat buyer persona, kita perlu memastikan bahwa upaya pemasaran kita menargetkan semua manusia termasuk mantan pacar dengan pesan yang tepat, namun bukan pesan WhatsApp, di tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat, namun bukan waktu masih bersama dia. 

Jika target persona kita ada di platform media sosial tertentu, kita juga harus ada di sana, jangan selalu ingin dikejar namun tidak ingin mengejar ya! Dari sana kita dapat membuat konten berkualitas yang menarik.

3. Lakukan Perubahan Saat Diperlukan

Penciptaan buyer persona adalah proses yang dinamis. Seperti pacar kita yang selalu sama namun sifatnya bisa berubah, begitu pula buyer persona kita yang relatif dapat tetap sama sepanjang waktu dengan preferensi dan kebutuhan mereka yang sering berubah.

Ini adalah praktik terbaik, bukan untuk meninjau pacar yang sedang selingkuh, namun untuk meninjau buyer persona kita dari waktu ke waktu dan memastikan kita memenuhi kebutuhan audiens juga, dan bahwa target audiens dan pacar kita masih sejalan dengan tujuan hidup dan bisnis kita.

Well, bisnismu masih beriringan gak dengan hubungan percintaan yang lagi dijalani? Hihihi..

 

Anggita - Femalepreneur Indonesia

BY: Li Ling

Related News

Post Comments.

Login to Post a Comment

No comments yet, Be the first to comment.