Shhhh! There Is 1 Product Among Us

Hi There!

So, how’s your business going? 

“Lancar dong!”

Buat pelaku bisnis jangan terlalu santai walaupun bisnis kamu kelihatannya laris manis. Kenapa? Mungkin kamu ngerasa usaha yang dilakukan udah maksimal dan terbaik daripada produk orang lain jadi gak perlu was-was. Tapi secara gak sadar kamu ngebiarin bisnis kamu menurun kalau terus lengah dan kalem-kalem aja. .. 

Gimana, gimana?

Kamu pengen produk kamu jadi satu-satunya di antara banyaknya produk yang sejenis kan. Kalau kamu ngerasa manajerial bisnis baik-baik aja, nah sekarang gimana caranya supaya mendapat lebih banyak pelanggan lagi.

Bisa dibilang ini trik untuk rebut pelanggan kompetitor supaya produk kamu jadi satu-satunya di antara sekian banyak produk yang sama.

Tapi rebut pelanggan yang dimaksud bukan berarti kamu ngerusak produk kompetitor yah guys, lebih tepatnya kamu memperkuat branding supaya konsumen dengan sendirinya beralih ke produk kamu.

Okay, the tricks?

Kamu bisa rebut pelanggan kompetitor dengan mengikuti tips di bawah ini, yuk simak!

1. Perlihatkan keunggulan produk kamu

Untuk memikat pelanggan, kamu harus menonjolkan keunggulan yang dipunyai dari suatu produk atau jasa yang ditawarkan.

Misal produk A memiliki keunggulan dari segi keunikan dalam kemasan, copywriting yang lucu, kualitas produk yang premium dan lain sebagainya.

Kamu harus menonjolkan sisi terbaik dari produk supaya pelanggan tetap loyal bahkan bisa-bisa pelanggan kompetitor beralih ke produk kamu, hihihi..

2. Ciptakan produk yang unik

Keunikan merupakan daya tarik yang perlu banget diterapkan di produk atau jasa yang kamu tawarkan. Pelanggan kompetitor bakal cepet beralih ke produk kamu kalau produk yang ditawarkan memiliki keunikan tersendiri.

Anak milenial saat ini senang mengabadikan foto untuk kepentingan story instagram, nah kamu bisa memanfaatkan situasi itu misal dengan membuat kartu ucapan atau quotes yang lucu di dalam produknya atau sesuatu keunikan yang lain.

Sebagai pebisnis kamu harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan keunikan tersendiri.

3. Pelajari kelemahan dan kelebihan kompetitor

Dengan mempelajari kelemahan dan kelebihan kompetitor kamu bisa mengevaluasi produk kamu sendiri untuk mencuri pelanggan kompetitor. Gimana? Misal kompetitor menjual makanan tapi gak ada layanan pesan antar, kamu bisa memanfaatkan itu dengan menyediakan layanan pesan antar.

Sehingga konsumen akan beralih ke produk kamu yang memiliki kelebihan dibanding produk kompetitor. Kemudian jika kompetitor memiliki kelebihan, inilah di mana saatnya kamu membuat produk yang lebih bagus lagi daripada produk kompetitor. Whoaa...

4. Tanggapi komplain pelanggan

Komplan pelanggan jangan dibaperin guys, karena satu-satunya yang jujur cuma konsumen. Mereka "gak suka" pasti bilang "gak suka." Makanya penilaian pelanggan ini penting banget buat kamu jadiin bahan evaluasi dan perbaikan kekurangan kamu.

Dengan menanggapi komplain atau kritik konsumen dengan baik, kamu akan dinilai baik juga oleh konsumen selain itu ini bisa dijadikan kelebihan kamu. Sehingga konsumen bakal betah membeli produk kamu karena bukan hanya produk yang berkualitas, tapi juga pelayanan yang baik dan evaluatif.

5. Buat promo menarik

Jangan pelit-pelit buat ngeluarin sedikit promo guys, karena dengan membuat promo ini bisa menarik perhatian para konsumen. Misal membuat promo di hari-hari khusus, atau memberikan giveaway bagi pelanggan yang paling loyal ini bisa dijadikan strategi penjualan yang efektif.

Bahkan pelanggan kompetitor akan beralih ke produk kamu kalau ada diskon atau giveaway. Karena sebagian besar konsumen bakal memilih produk yang berdiskon walaupun memiliki kualitas yang berbeda sedikit. Yuk buat promo menarik dan curi pelanggan kompetitor! Hehehe..

Itu dia yang bisa kamu lakukan buat mencuri pelanggan kompetitor. Ingat! Bersaing secara sehat, jangan curang yaa! See you again. 

 

 

Nur Rachmawati – Femalepreneur Indonesia 

 

BY: Li Ling

Related News

Post Comments.

Login to Post a Comment

No comments yet, Be the first to comment.