Khadijah binti Khuwailid merupakan istri pertama Rasulullah yang juga ikon perempuan dalam bebisnis. Ia seorang pebisnis perempuan yang sukses menjalankan bisnisnya di Jazirah Arab.
Khadijah dikenal sebagai pebisnis yang memegang teguh prinsip kejujuran serta mampu mengelola modal dengan produktif.
Ia juga mampu mendelegasikan tugasnya kepada orang – orang terpercaya seperti Nabi Muhammad SAW, yang pada saat itu sebagai pegawainya.
Dengan adanya Khadijah sebagai pebisnis perempuan, ini membuktikkan bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin bisnis yang disegani dan menjadi teladan dalam dunia wirausaha.
Strategi Bisnis Khadijah
Dalam menjalankan bisnisnya, Khadijah berlaku sebagai investor juga, ia menyediakan modal baik berupa barang dagangan maupun uang.
Selanjutnya ia akan mendelegasikan tugasnya kepada orang yang ia percaya untuk menjual barang dagangannya ke luar Kota Mekah.
Setelah bisnis yang ia delegasikan berjalan dengan baik, Khadijah akan membagikan profit dan memberi upah kepada pegawainya.
Dalam memilih pegawai dan mitra bisnisnya, Khadijah sangat selektif karena SDM memiliki peran penting agar bisnis dapat berjalan dengan baik.
Ia menggunakan insting bisnisnya dalam mengambil keputusan dalam merekrut pegawai yang dianggap potensial.
Misalnya ketika ia merekrut Nabi Muhammad SAW, ia menganggap Nabi Muhammad potensial dan dapat dipercaya untuk menjadi kafilah dagang lintas daerah.
Meski Khadijah belum penah mengenal Nabi Muhammad sebelumnya. Selain itu ia juga pandai memutar dan mengelola keuangannya.
Prinsip Bisnis Khadijah
Dalam menjalankan bisnisnya, Khadijah menerapkan beberapa prinsip yang dia pegang teguh, serta menjadi kunci keberhasilannya, seperti berikut ini:
Proses seleksi dalam memilih pegawai, Khadijah mencari seseorang yang dapat dipercaya. Sebagai contoh, ketika ia memilih Nabi Muhammad SAW sebagai karyawan barunya.
Khadijah tidak segan memberikan tugas dan tanggung jawab pada karyawannya. Hal itu ia lakukan untuk menguji tingkat kejujuran karyawannya.
2. Pandai Mengelola Keuangan
Salah satu prinsip yang membuatnya berhasil dalam mengelola bisnis adalah pandai mengelola keuangan dan modal.
Setelah ayahnya meninggal, bisnis keluarga yang dahulu dikelola oleh sang ayah, diambil alih oleh Khadijah.
Kemudian ia mengelola modal tersebut baik modal materi maupun non materi. Modal materi berupa harta warisan dari kedua orang tuanya sedangkan non materi berupa kepiawaiannya dalam mencari SDM menggunakan insting bisnisnya.
Selain pandai mengelola modal, Khadijah juga dikenal pandai membaca peluang. Ia tidak menggunakan uangnnya dengan sembarangan.
Ia putar kembali uangnya untuk menambah modal bisnis dan membantu orang yang membutuhkan. Khadijah juga pandai memprediksi peluang pasar yang dapat memperkirakan kapan dagangannya harus dijual.
Kunci keberhasilan Khadijah dalam berbisnis lainnya yaitu kepandaiannya dalam menjalin mintra bisnis dan networking.
Dengan begitu ia mampu memperbesar pasar bisnisnya. Tentunya harus berani juga mengeluarkan banyak modal untuk mengembangkan usahanya dengan cara ini.
Kemampuan mengatur pengeluaran dan pemasukan dengan sangat baik, membuat bisnis Khadijah dipercaya oleh mitra bisnis.
Ketika mengatur bisnisnya, Khadijah menggunakan sebagian keuntungannya untuk membeli barang dagangannya.
Kemudian ia merekrut beberapa pegawai baru untuk memasarkan barang dagangannya ke luar Makah, seperti ke Yaman dan Syam.
Tidak hanya itu Khadijah juga memberikan upah yang layak bagi para pekerjanya. Jika para pekerjanya memasarkan banyak barang dagangannya, ia akan memberikan upah yang lebih besar pula.
Khadijah juga tidak menahan pembayaran kepada pekerjanya, ia selalu membayar pekerjanya tepat waktu dengan jumlah upah yang seharusnya.
Selain mengatur bisnis dengan sistem upah, Khadijah juga menggandeng mitra bisnis dan melakukan bagi hasil dengan mereka.
Lalu menginvestasikan modalnya seperti menitipkan barang dagangan kepada pedagang lain kemudian hasilnya akan dihitung dengan sistem bagi hasil secara adil.
Bagi Khadijah, membangun sikap terpuji dalam berdagang merupakan sebuah keharusan yang sangat penting dalam kesuksesan bisnisnya. Ia juga menerapkan sikap terpuji ini dengan menghimbau hal yang sama kepada para pekerjanya.
Sejak kecil dididik di keluarga bangsawan dengan sikap terpuji sehingga melekatlah sikap tersebut di kehidupannya.
Dalam menjalankan bisnisnya, Khadijah menyertai keimanan dan keteguhan hati. Hal ini selaras dengan prinsipnya dalam berbisnis bahwa semakin seseorang mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, maka pintu rezeki akan terbuka.
Sebagai seorang perempuan, Khadijah sudah membuktikan seorang perempuan pun mampu menjadi pebisnis yang sukses. Serta kehadiran perempuan dalam dunia bisnis tidaklah mustahil dapat menggerakkan dunia wirausaha.***